Sahabat VOI,Amar makruf (menyeru kepada kebaikan) dan nahi munkar (mencegah
kemungkaran) merupakan salah satu keutamaan umat Islam dibandingkan umat
lain yang ada di dunia ini.
Kita semua mengetahui bahwa semua amalan yang telah diperintahkan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu Alaihi wa Sallam mencakup banyak keutamaan, termasuk di antaranya adalah amar makruf nahi munkar.
Menurut sebagian ulama, amar makruf nahi munkar adalah fardhu
kifayah, yakni apabila di lakukan oleh sebagian orang, maka kewajiban
itu gugur bagi yang lainnya.
Namun, sebagian ulama berpendapat, amar makruf nahi munkar adalah
kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap individu muslim sesuai
dengan kemampuannya.
Apabila amar makruf nahi munkar ditinggalkan, maka dapat dipastikan kerusakan di daratan dan di lautan akan terjadi, dan akan berdampak pada hal-hal yang negatif lainnya.
Dampak negatif itu antara lain seperti yang telah disebutkan oleh Syaikh Dr. Abdul Malik Al-Qasim dalam kitabnya kitab Arba’una Darsan Liman Adraka Ramadhan.
Pertama, terjadinya bencana besar dan tragedi yang mengerikan. Allah Ta’ala berfirman,
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ شَدِيْدُ الْعِقابِ
“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu.” (QS. Al-Anfaal: 25).Diriwayatkan dari Hudzaifah Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
وَالَّذِيْ نَفْسِي بِيَدِهِ، لَتَأْمُرُنَّ
بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللهُ
أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُوْنَهُ فَلاَ
يُسْتَجَابُ لَكُمْ
“Demi Dzat yang jiwaku berada di genggaman tangan kekuasaan-Nya,
hendaknya kalian benar-benar melakukan amar makruf dan nahi munkar, atau
(kalau tidak demikian) Allah Ta’ala akan menurunkan
azab yang pedih kepada kalian semua, kemudian kalian berdoa memohon
kepada-Nya, tetapi Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).
أَنَهْلِكُ وَفِيْنَا الصَّالِحُوْنَ
“Apakah kita akan diazab oleh Allah Ta’ala, sementara di tengah-tengah kita masih banyak orang-orang yang shalih” Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab,
نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ
“Iya, benar, jika kemaksiatan telah merajarela.” (HR. Al-Bukhari).Kedua, doa-doa manusia tidak akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Dalam hal ini banyak sekali hadits yang membicarakannya dengan jelas.
Di antara hadits yang membicarakan tentang doa yang tidak dikabulkan ketika amar makruf nahi munkar ditinggalkan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
مُرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ قَبْلَ أَنْ تَدْعُوا فَلاَ يُسْتَجَابَ لَكُمْ
Ketiga, hilangnya keistimewaan yang dimiliki oleh umat Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Allah Ta’ala berfirman,
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali-‘Imran: 110).
Keempat, orang-orang fasik, pelaku maksiat, dan orang-orang yang kafir berada di pusaran kekuasaan. Sehingga, banyak ragam kemaksiatan terus terjadi, tanpa ada yang bisa menghentikannya.
Kelima, kebodohan merata dan ilmu agama punah.
Dengan fenomena tersebut umat manusia hidup dalam kebingungan, kegelapan, dan tidak memiliki pegangan hidup. Maka, cukuplah siksa Allah Ta’ala bagi orang yang meninggalkan amar makruf dan nahi mungkar.
Ketika itu terjadi, musuh-musuh Allah dan orang-orang munafik menguasai kaum muslimin, sehingga lemahlah kekuatan mereka dan hilanglah wibawa mereka.
Wahai saudaraku!
Ingatlah kata-kata yang dilontarkan oleh Syaikh Hamd bin Atiq Rahimahullah,
“Andai ada seorang laki-laki yang ahli puasa, ahli tahajud, dan berlaku sangat zuhud, tetapi dia tidak pernah marah karena Allah Ta’ala, wajahnya tidak pernah memerah saat melihat kemaksiatan, tidak melakukan amar makruf dan nahi munkar, maka sejatinya orang ini paling dibenci oleh Allah Ta’ala dan dia dianggap tidak beragama. Sungguh, pelaku maksiat di sisi Allah Ta’ala jauh lebih baik dari pada lelaki tersebut.”Semoga kita terjauh dari sikap meninggalkan amar makruf nahi munkar. Amiin. Semoga bermanfaat.
Sumber: BersamaDakwah.net

0 comments:
Post a Comment
Komentar Jangan Mengandung SARA dan caci maki.